"Jika ada perubahan kebijakan di luar satu kali kenaikan suku bunga tersebut, mungkin BI akan sesekali menggunakan SRBI untuk menyerap sebagian likuiditas guna menyesuaikan kondisi moneter secara lebih presisi. Namun, ini hanyalah penyesuaian minor," tuturnya.

Lebih lanjut, Frederic menegaskan bahwa pengetatan moneter yang dilakukan BI tidak akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan penyaluran kredit perbankan yang justru mengalami akselerasi, baik untuk investasi maupun modal kerja.

"Apakah hal itu menghambat pertumbuhan? Kami tidak melihat adanya dampak demikian. Jika kita mencermati pertumbuhan penyaluran kredit perbankan, kredit investasi justru mengalami percepatan yang cukup signifikan, begitu pula dengan kredit modal kerja," ucapnya.

"Jadi, meskipun ada pengetatan moneter tambahan dan nilai tukar Rupiah yang stabil, percepatan pertumbuhan kredit perbankan mengindikasikan bahwa langkah pengetatan yang kami lakukan tidak berlebihan," pungkas Frederic.