Kondisi likuiditas Bank Jateng juga tetap terjaga. Posisi tersebut tim redaksi lain didukung oleh penempatan portofolio pada instrumen berisiko rendah, seperti instrumen Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara (SBN).
Ia menegaskan kekuatan fundamental tersebut akan menjadi pijakan bagi Bank Jateng untuk menjalankan peran sebagai bank pembangunan daerah sekaligus mitra finansial masyarakat Jawa Tengah.
"Perbankan modern harus hadir dengan hati, memadukan kemudahan teknologi digital dengan kedekatan kepada nasabah. Karena itu, kami berkomitmen terus memperluas layanan digital dan memperkuat pembiayaan sektor produktif agar Bank Jateng semakin memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah," katanya.
Bank Jateng telah melayani masyarakat Jawa Tengah sejak 1963. Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Saat ini, Bank Jateng memiliki pangsa pasar kredit dan simpanan sekitar 16%-17% di Jawa Tengah.
Penguatan layanan tersebut didukung oleh lebih dari 6.751 insan Bank Jateng serta jaringan distribusi yang mencakup 44 kantor cabang, 150 kantor cabang pembantu, dan lebih dari 10.604 kantor kas serta titik pembayaran.