"Bagi kami, pertumbuhan harus berjalan seiring dengan ketahanan. Karena itu, kami memantau arus dana setiap hari, melakukan stress test secara berkala, dan menyiapkan buffer likuiditas yang memadai. Disiplin ini penting agar Bank Mandiri senantiasa siap melayani kebutuhan nasabah dan mendukung aktivitas dunia usaha," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10).
Keseimbangan tersebut tecermin dari profitabilitas. Hingga Agustus 2026, laba bersih secara bank only tercatat Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3 persen YoY.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus mengutamakan kesehatan neraca, kecukupan likuiditas, dan prinsip kehati-hatian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Dengan fundamental yang terjaga, Bank Mandiri berkomitmen menjadi mitra keuangan yang kuat dan dapat diandalkan.
"Fokus kami ke depan adalah menjaga pertumbuhan yang sehat dengan terus memperluas ekosistem Bank Mandiri. Kami ingin memastikan nasabah dapat memperoleh layanan yang andal, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhannya melalui Livin', Kopra, serta seluruh jaringan layanan Bank Mandiri," tutup Novita.