DNB tidak merinci apa yang dimaksud dengan ketidakstabilan geopolitik tersebut, namun ekonomi AS masih berada dalam posisi tidak pasti akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Iran, yang telah berdampak pada perdagangan global. DNB menyatakan emas yang disimpan di Bank of England dianggap sebagai emas yang paling mudah diperdagangkan di dunia, sehingga lebih siap tersedia dalam situasi krisis dibandingkan jika emas tersebut masih berada di AS atau Kanada.

Sebelum pengumuman hari Rabu, DNB menyimpan 31,3% cadangan emasnya di New York dan 19,7% di Ottawa. Angka tersebut kini telah turun menjadi 18,5% di kedua negara tersebut.

Total cadangan emas Belanda tercatat sebesar 612,4 ton pada akhir tahun 2025 dengan nilai sebesar €72,2 miliar atau sekitar Rp 1.480 triliun menurut keterangan DNB (kurs Rp 20.500). Porsi emas bank tersebut di London meningkat dari 18,1% menjadi 32,1% setelah langkah tersebut, sementara bank itu masih menyimpan 30,8% cadangannya di Belanda.