"Namun, dengan mempertimbangkan akumulasi ketidakpastian yang kian meningkat serta inflasi inti yang secara umum tidak berubah, Dewan Gubernur secara bulat memutuskan bahwa posisi kita saat ini sudah cukup kuat untuk menahan suku bunga dan pendekatan terukur tetap menjadi langkah yang paling tepat," tambah Lagarde.

Setelah pengumuman tersebut, data LSEG menunjukkan bahwa pasar uang memperkirakan peluang sekitar 67% kenaikan suku bunga pada Desember mendatang.

Tingkat inflasi utama di wilayah Eropa bulan lalu melonjak ke 3,8%, menjadi yang tertinggi sejak September 2023. Sementara itu, inflasi energi melesat hingga 18,8% akibat gejolak yang terus membara di Timur Tengah.

Gelombang tekanan harga energi ini kembali memuncak usai meletusnya perang antara AS-Israel melawan Iran pada Februari lalu. Kondisi tersebut membuat ECB menaikkan suku bunga pada Juni untuk pertama kalinya sejak 2023.