NADIKABAR.COM — PT Bank Aladin Syariah Tbk menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 24,9 miliar untuk modal kerja tiga perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan makanan dan minuman dan konstruksi bangunan ritel. Langkah ini menjadi peran bank syariah dalam menghubungkan layanan keuangan dengan kebutuhan dunia usaha.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap pembiayaan yang disalurkan dapat membantu perusahaan mengembangkan usahanya sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang lebih luas. Kolaborasi dalam ekosistem Alfa Group juga menjadi langkah kami untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong UMKM agar terus tumbuh dan berkembang, " ujar Direktur Bank Aladin Syariah, Jo Anula Putra dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).

Para debitur yang yang menerima pembiayaan tersebut adalah PT Dunia Boga Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan makanan dan minuman, PT Hanif Tunggal Mandiri dan PT Dwiyasa Gemilang Abadi yang bergerak di bidang konstruksi bangunan ritel lewat penandatanganan business deal di ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Penyaluran pembiayaan yang mempertimbangkan kapasitas dan kebutuhan usaha merupakan bagian dari upaya membangun bisnis perbankan digital yang sehat dan berkelanjutan. Perusahaan berupaya memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan perluasan akses finansial bagi pelaku usaha, penguatan daya saing pengusaha lokal, dan kontribusi terhadap pemerataan ekonomi melalui pembiayaan sektor riil.

"Bagi kami, pembiayaan harus berangkat dari kebutuhan nyata pelaku usaha. Kami ingin layanan Bank Aladin Syariah bisa membantu mereka dalam menjaga kelancaran bisnisnya dan memanfaatkan peluang yang ada, dengan tetap memperhatikan kemampuan usaha dan prinsip kehati-hatian, " kata Jo Anula Putra.

Seperti diketahui, kebutuhan modal kerja menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan mendorong pertumbuhan usaha, mulai dari pengadaan barang dan pengelolaan persediaan hingga pemenuhan kebutuhan operasional dan pelaksanaan proyek. Akses finansial yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dapat membantu pelaku usaha menjaga kelancaran operasional, memperluas kapasitas usaha, serta meningkatkan daya saing di tengah dinamika pasar.

Pada sektor perdagangan makanan minuman, dukungan pembiayaan membantu pelaku usaha dalam mengelola pasokan dan memenuhi permintaan pasar. Sementara itu, pada sektor konstruksi ritel, pembiayaan modal kerja berperan dalam menunjang kebutuhan operasional proyek pembangunan. Dukungan terhadap berbagai sektor usaha ini turut membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk mengembangkan bisnis dan berpartisipasi lebih luas dalam aktivitas ekonomi.

Aktivitas usaha tersebut tentunya terhubung dengan ekosistem ekonomi yang lebih luas. Kelancaran pemenuhan pasokan membantu menjaga ketersediaan barang di pasar, sedangkan proyek konstruksi melibatkan berbagai kebutuhan material, jasa, dan tenaga kerja. Dengan memperluas akses finansial bagi pelaku usaha yang memiliki kebutuhan dan kapasitas pembiayaan yang sesuai, perbankan dapat turut mendorong pemerataan ekonomi melalui penguatan kegiatan produktif di berbagai sektor.