NADIKABAR.COM — Teknologi kecerdasan buatan (AI) tak hanya digunakan untuk bekerja atau membuat konten. Atika Sulistyan, relawan asal Jakarta, memanfaatkan ChatGPT untuk membantu anjing telantar mendapatkan keluarga baru.

Saat mulai menjadi relawan di sebuah shelter anjing di Indonesia, Atika melihat ada dua persoalan yang membuat proses adopsi belum optimal. Pertama, profil anjing yang ditawarkan untuk diadopsi masih belum maksimal.

"Ada bio yang terlalu panjang dan bernada sedih, sementara lainnya terlalu pendek dan terasa impersonal," katanya dikutip dari postingan akun OpenAI di Instagram.

Padahal, jumlah relawan yang terbatas membuat mereka harus lebih banyak mencurahkan waktu untuk membersihkan shelter serta merawat anjing. Membuat profil adopsi yang menarik pun menjadi tantangan tersendiri.

Atika kemudian memanfaatkan ChatGPT untuk membuat template yang mudah digunakan para relawan. Template ini membantu mereka menyusun bio dengan menonjolkan karakter terbaik setiap anjing serta kebahagiaan yang bisa diperoleh calon pemilik ketika menemukan hewan peliharaan yang tepat.

Penggunaan AI membuat proses pembuatan konten menjadi lebih cepat dan konsisten. Bio yang dihasilkan juga diharapkan mampu menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat dengan calon adopter.