Menanggapi laporan mengenai sekitar 300 hektare lahan pertanian yang mengalami puso di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Amran menyatakan pemerintah akan bergerak cepat membantu petani melalui pemberian benih gratis dan dukungan sarana pengairan.
"Untuk 300 hektare lahan puso di Kabupaten Pringsewu, kita beri benih gratis. Kita siapkan tiga unit pompa," ujar Amran.
Selain bantuan benih dan pompa, Amran juga meminta agar ditelaah kemungkinan menarik sumber air dari area persawahan dengan menggunakan pompa berkapasitas besar. Untuk mempercepat penanganan persoalan irigasi tersebut, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU).
"Apa bisa ditarik airnya dari sawah, pakai pompa yang besar? Nanti saya bicarakan dengan Menteri PU," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga berdialog langsung dengan para tukang tandur, yaitu buruh tani yang bekerja menanam padi di lahan milik orang lain. Para buruh tanam menyampaikan bahwa mereka tidak memiliki sawah sendiri dan selama ini mengandalkan pekerjaan menanam untuk memperoleh penghasilan.
Mendengar kondisi tersebut, Amran menegaskan buruh tanam juga harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan pemerintah. Ia menyampaikan regulasi bantuan alsintan telah diubah sehingga kelompok tukang tandur dapat mengakses bantuan alat dan mesin pertanian.
"Kami sudah mengubah regulasi. Tukang tandur di seluruh Indonesia bisa menerima bantuan alat dan mesin pertanian dari pemerintah. Dulu mereka tidak bisa terima bantuan, sekarang sudah bisa," tegasnya.