Ia kemudian meminta para buruh tanam membentuk kelompok agar pengajuan bantuan dapat dilakukan secara terorganisasi. Amran juga menyampaikan upaya untuk menyediakan lima unit traktor tangan bagi lima kelompok tukang tandur yang dibahas dalam pertemuan tersebut, dengan masing-masing kelompok memperoleh satu unit.
"Nanti, khusus untuk buruh tandur, berkelompok. Ini ada 100, berarti kami berikan traktor lima. Satu kelompok, satu unit," ujar Amran.
Di hadapan para petani, Amran menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan petani menghadapi persoalan produksi tanpa dukungan. Karena itu, setiap usulan perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kondisi lapangan dan koordinasi antarlembaga agar bantuan tepat sasaran.
"Gak boleh ada yang menyakiti rakyat, itu perintah Bapak Presiden. Gak boleh disakiti apa lagi di sektor pertanian," tegas Amran
Amran menegaskan, Kementerian Pertanian akan terus mendorong penyelesaian persoalan petani melalui langkah nyata, mulai dari dukungan sarana produksi, pengairan, alsintan, hingga perlindungan harga komoditas.
Melalui respons langsung terhadap aspirasi petani di Lampung, pemerintah berharap kendala produksi dapat segera diatasi dan petani memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.