"Jadi ceritanya sudah antre panjang cari Pertalite, sampai di tempat pengisian, eh, yang ada cuma Pertamax," ujarnya.
Bayu mengaku kecewa karena tidak terdapat pemberitahuan bahwa Pertalite sedang habis. Menurutnya, informasi tersebut seharusnya disampaikan kepada pengendara sebelum mereka mengantre.
"Saya tanya kenapa tidak ada tulisan Pertalite habis, kasihan yang antre lama cari Pertalite kayak saya ini, lalu Bli-nya jawab 'nggak boleh tulis bensin habis," imbuhnya.
Bayu kemudian mempertanyakan pihak yang melarang pemasangan pemberitahuan tersebut. Menurutnya, pegawai SPBU menjawab larangan itu berasal dari atasannya.
Ia berharap SPBU memberikan informasi kepada pengendara apabila stok Pertalite sedang kosong. Dengan begitu, masyarakat dapat menentukan apakah tetap mengantre atau memilih mengisi BBM jenis lain.