NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan pembangunan yang inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pengambilan kebijakan. Pemkab menggelar forum musyawarah bertajuk Rembug Santri di aula Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap forum yang baru pertama kali digelar ini mampu menjembatani aspirasi santri dengan para pemangku kepentingan. Forum tersebut juga diharapkan mendorong lahirnya langkah konkret untuk memperluas kesempatan berkarier dan mengembangkan potensi lulusan pesantren.

"Kami melihat bahwa selama ini belum banyak santri yang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi secara luas. Jumlah santri yang mampu meniti karier di bidang strategis juga masih terbatas. Lewat forum ini, kami berikan ruang kepada para santri untuk speak-up, mengungkapkan uneg-uneg, serta harapan mereka. Sehingga, pemerintah daerah tahu apa yang sebenarnya menjadi kendala untuk kemudian kita carikan solusinya," kata Ipuk dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Ipuk mengatakan itu di aula Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Selasa (20/10).

Forum ini menjadi wadah bagi para santri untuk menyampaikan gagasan, kebutuhan, dan harapan secara langsung kepada pemerintah daerah. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan ke depan.

Sebanyak 50 santri dari 15 pondok pesantren di Banyuwangi mengikuti forum tersebut. Mereka mendiskusikan berbagai isu sosial, mulai dari fenomena sound horeg, bahaya narkoba, perundungan dan kekerasan di lingkungan pondok pesantren, hingga harapan mengenai sosok santri ideal pada masa depan.