Sebelumnya, Kementerian PPN/Bappenas dan BRIN telah menandatangani perjanjian kerja sama mengenai pembentukan dan pengembangan SDGs Entrepreneurial Center pada 10 Agustus 2026.

Dalam kerja sama itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya layanan riset, data, dan lisensi teknologi yang berkualitas agar hasil inovasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Bappenas juga telah memperluas dukungan terhadap pusat kewirausahaan tersebut melalui kerja sama dengan Impact Investment Exchange (IIX) pada April 2026 untuk pengembangan usaha yang berfokus pada pemberdayaan perempuan.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem SDGs, Bappenas mencatat sebanyak 75 SDGs Center telah terbentuk di 26 provinsi hingga Juni 2026.

Pusat-pusat tersebut menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi melalui pengembangan pengetahuan, inovasi, dan kerja sama pembangunan.

Sementara itu, Bappenas menyampaikan bahwa 62,7 persen indikator SDGs nasional telah mencapai target atau menunjukkan kemajuan signifikan.

Penguatan inovasi dan kewirausahaan diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan hingga 2030.