NADIKABAR.COM — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai kesiapan proyek usaha menjadi kunci menarik investasi bioekonomi karena minat investor dan ketersediaan dana belum diimbangi proyek yang layak dibiayai.
Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas Dadang Jainal Mutaqin mengatakan pengembangan bioekonomi tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga proyek usaha yang memenuhi persyaratan investor.
"Yang masih kurang adalah proyek yang siap dibiayai, yang bankable," kata Dadang di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, kendalanya mencakup perizinan lintas sektor, legalitas lahan, bahan baku, risiko pembiayaan, akses pasar, dan ketertelusuran produk.
Karena itu, pemerintah, pelaku usaha, investor, dan mitra pembangunan perlu bekerja sama menyiapkan proyek bioekonomi agar layak secara ekonomi dan menarik bagi penyandang dana.
"Ini perlu kerja sama mitra pembangunan, bagaimana kita menciptakan proyek-proyek bioekonomi yang siap dibiayai oleh investor atau yang bankable," ujarnya.
Dadang menjelaskan pembiayaan dibutuhkan sejak riset, inovasi, dan perintisan usaha hingga pengembangan bisnis serta komersialisasi. Pemerintah berperan menyelaraskan regulasi, memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyiapkan insentif investasi.
Sementara itu, investor dan sektor swasta dapat menyediakan modal serta menjadi pembeli hasil produksi. Mitra pembangunan membantu penyiapan proyek, penyediaan bantuan teknis, dana katalis, dan pengurangan risiko investasi.