Artinya, lewat teknologi BlueVolt, Vivo mengklaim dapat menghadirkan kapasitas baterai lebih besar tanpa membuat bodi ponsel menjadi terlalu tebal.
"Di sinilah teknologi BlueVolt berperan. Teknologi ini memungkinkan baterai dikemas lebih tipis dan lebih kecil agar bisa dimasukkan ke bodi Vivo V80 Lite 5G tanpa mengorbankan kualitas layarnya," jelas Calvin.
Keunggulan lainnya terletak pada daya tahan baterai yang diklaim telah melalui pengujian ketat, termasuk pengujian yang diawasi Guinness World Records.
Dalam pengujian tersebut, empat orang bergantian menggunakan perangkat secara terus-menerus selama 32 jam. Aktivitasnya mencakup menonton video, bermain game, navigasi, membaca buku, hingga penggunaan jaringan 5G dan Wi-Fi dengan berbagai tingkat kecerahan layar.
Calvin menegaskan pengujian ini berbeda dari metode yang hanya mengukur durasi layar menyala atau pemutaran video secara terus-menerus.
Vivo juga melakukan simulasi penggunaan sehari-hari selama tujuh jam di Indonesia. Aktivitas yang diuji meliputi Google Maps, belanja online, bermain game, hotspot, media sosial, hingga kamera.
Hasilnya, baterai diklaim masih tersisa 76%. Dengan asumsi penggunaan sekitar tujuh jam per hari, Vivo memperkirakan daya tahan baterainya bisa mencapai empat hari.