NADIKABAR.COM — Penulis sekaligus sutradara Merah Jam Dua, Yuda Adhari, mengatakan karya tersebut lahir dari kegelisahannya menghadapi bencana asap yang melanda Kalimantan Barat dalam beberapa bulan terakhir.
“Karya ini memang lahir dari kegelisahan saya selama beberapa bulan terakhir, ketika kita terperangkap oleh asap. Hal itu mendorong saya untuk berbicara melalui karya,” kata Yuda di Pontianak, Senin.
Ia menjelaskan monolog tersebut terinspirasi dari kisah nyata korban meninggal dunia akibat karhutla di Kabupaten Ketapang. Melalui pertunjukan itu, ia ingin menggambarkan kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa dan memengaruhi kehidupan masyarakat.
Yuda mengatakan dirinya mengembangkan empat karya seni melalui program Bebakaran Dari Sudut Pandang untuk menyampaikan kegelisahan terhadap persoalan karhutla yang terus berulang.
Ia berharap karya-karya tersebut dapat membuka ruang diskusi dari berbagai perspektif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan.