Sementara itu, Direktur Eksekutif Link-AR Borneo Ahmad Syukri menilai, seni teater dapat menjadi medium untuk menyampaikan persoalan karhutla kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda, perempuan, dan masyarakat perkotaan yang tidak menyaksikan langsung kondisi kebakaran di lapangan.
Ia mengatakan penggunaan seni untuk menyampaikan persoalan lingkungan perlu didukung riset, data, dan fakta agar pesan yang disampaikan lebih kuat serta dapat dipertanggungjawabkan.
"Pendekatan melalui seni dan diskusi publik diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai dampak karhutla sekaligus meningkatkan perhatian terhadap upaya pencegahannya," ujar Ahmad.
Melalui program Bebakaran Dari Sudut Pandang, Bayyaya’ Art Connection yang berada di bawah naungan Yayasan Garis Lurus Borneo berharap karya seni dan diskusi lintas sektor dapat menjangkau lebih banyak kalangan serta memperkuat kesadaran bersama untuk mencegah tragedi karhutla terulang setiap tahun.