Fahrudin mencontohkan dalam aktivitas komunikasi Baznas, indikator seperti reach, engagement, traffic, dan media coverage perlu dilanjutkan dengan pertanyaan yang lebih substantif, yakni apakah traffic tersebut menghasilkan donasi, apakah donatur kembali berdonasi, dan apakah tingkat kepercayaan mereka meningkat?
"Yang kita ukur bukan hanya apakah masyarakat melihat kita, tetapi apakah komunikasi membantu masyarakat percaya kepada kita. Karena pada akhirnya, kepercayaan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan masyarakat untuk memberikan dukungan," ujarnya.
Menurut dia, pendekatan tersebut penting bagi lembaga filantropi karena masyarakat kini menerima informasi melalui berbagai kanal.
Oleh karena itu, pengukuran komunikasi perlu menghubungkan apa yang dikatakan masyarakat, apa yang dirasakan, dan apa yang benar-benar dilakukan, dengan menggabungkan bukti kuantitatif dan kualitatif.
Melalui pendekatan tersebut, Baznas mendorong agar komunikasi ke depan tidak hanya berorientasi pada aktivitas dan eksposur, tetapi juga mampu memberikan evidence of trust dan dampaknya terhadap fundraising.