NADIKABAR.COM — Telkomsel 5G mendukung transformasi smart factory melalui penyediaan jaringan 5G Private Network Standalone (SA) dan integrasi ribuan perangkat IoT berlatensi rendah untuk pemantauan produksi secara real-time. Teknologi ini memungkinkan industri manufaktur seperti PT Pegaunihan Technology Indonesia di Batam untuk menghubungkan mesin, sensor, dan sistem secara nirkabel demi meningkatkan efisiensi operasional. Berdasarkan riset industri, adopsi 5G ini menjadi salah satu pendorong utama dengan ROI tertinggi bagi pelaku manufaktur dalam mempercepat pengambilan keputusan bisnis.
Keunggulan 5G bukan hanya soal kecepatan. Teknologi generasi baru ini juga dirancang untuk mendukung koneksi jutaan perangkat secara simultan, sehingga menjadi pondasi penting bagi pengembangan IoT, smart factory, kendaraan otonom, hingga sistem berbasis AI. Tak sekadar jadi jaringan 5G pionir di Indonesia, Telkomsel 5G memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan smart factory (pabrik cerdas) di antaranya melalui penyediaan 5G Private Network Standalone (SA) serta integrasi teknologi industri modern yang menghadirkan konektivitas cepat dan andal. Sejalan dengan slogan 'Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa' yang dimiliki Telkomsel, jaringan 5G Telkomsel memudahkan komunikasi real-time. Dengan keunggulan latensi super rendah (ultra-low latency) 5G, interaksi jarak jauh melalui video call kualitas tinggi, virtual event, hingga teknologi Augmented/Virtual Reality dapat terasa seperti interaksi tatap muka oleh pengguna. Dalam skala bisnis dan industri, keberadaan 5G terasa nyata dalam mendukung otomatisasi pabrik (smart factory), operasional tambang cerdas (smart mining), hingga sistem logistik berbasis data real-time.
Dampak teknologi 5G tidak hanya dirasakan di sektor telekomunikasi. 5G juga membuka peluang baru bagi berbagai industri yang sebelumnya sulit diwujudkan. Sebagai contoh, teknologi 5G memungkinkan layanan kesehatan jarak jauh berjalan lebih optimal. Dokter dapat melakukan konsultasi video berkualitas tinggi tanpa gangguan hingga memantau kondisi pasien secara real-time. Pada sektor manufaktur, juga memungkinkan pabrik menghubungkan mesin, sensor, robot, dan sistem produksi secara bersamaan. Data operasional dapat dipantau secara real-time sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan mempercepat pengambilan keputusan. Teknologi 5G Telkomsel diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong utama transformasi industri manufaktur. Dalam 2025 Manufacturing Industry Outlook, Deloitte menempatkan 5G (bersama cloud dan generative AI) sebagai tiga teknologi dengan ROI (return on investment) tertinggi bagi pelaku manufaktur. Lebih dari sepertiga produsen industri juga berencana mengadopsi 5G dalam satu hingga tiga tahun ke depan. Dengan konektivitas yang andal dan latensi rendah, 5G Private Network memungkinkan integrasi ribuan sensor dan mesin secara real-time, mendukung otomasi, analitik, serta optimalisasi kualitas, efisiensi biaya, dan pemeliharaan prediktif.
Salah satu bukti nyata adalah kerja sama antara Telkomsel dan PT Pegaunihan Technology Indonesia, anak usaha dari perusahaan manufaktur elektronik global Pegatron. Kolaborasi Telkomsel dan PT Pegaunihan Technology Indonesia ditandai dengan sebuah Perjanjian Kerja Sama untuk menghadirkan solusi teknologi berbasis konektivitas 5G terkini yang mendukung implementasi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi (IoT) tingkat tinggi di fasilitas manufaktur cerdas (Smart Factory) di Batam, 24 April 2025. Smart Factory yang dikelola oleh PT Pegaunihan Technology Indonesia ini menjadi bagian dari strategi transformasi digital Pegatron secara global dan bagian dari upaya Telkomsel mengakselerasi kemajuan industri manufaktur nasional. Kemudian, 1.200 kartu SIM IoT dalam sistem Smart Manufacturing berbasis 5G di Smart Factory Pegaunihan di Batam disiapkan guna memungkinkan pemantauan kinerja mesin dan pengendalian proses produksi yang efisien. Smart Factory yang dikelola oleh PT Pegaunihan Technology Indonesia ini menjadi bagian dari strategi transformasi digital Pegatron secara global.
Contoh lainnya ada Telkomsel dan Huawei yang menghadirkan inovasi Hyper 5G, khususnya 5G Standalone (5G SA), sebagai solusi Smart Port di Pelabuhan Benoa, Bali. Wilayah ini merupakan sebuah destinasi pariwisata yang tengah berkembang dan menjadi langkah nyata dalam akselerasi transformasi digital dan penguatan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Dalam proyek Smart Port di Pelabuhan Benoa, Hyper 5G menghadirkan konektivitas ultra-cepat dan latensi rendah, sehingga meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan, mendukung sektor logistik dan pariwisata, serta memberdayakan masyarakat Bali untuk terus bergerak maju.
Pada Maret 2025, Telkomsel dan Huawei pun mencetak pencapaian global dengan kerja sama ini. Mereka meraih penghargaan 'Innovative Mobile Service and Application Award' dalam GTI Awards 2025 di Mobile World Congress (MWC) Barcelona.