NADIKABAR.COM β PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi, dengan mencermati fundamental pasar dan perusahaan serta mengedepankan orientasi investasi jangka panjang.
βUntuk investor, sekali lagi, kalau kami dari bursa kan beberapa kali menyampaikan bahwa long-term view-nya dari investor itu harus lebih pada long-term orientation,β ujar Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Iding mengimbau para investor supaya tidak terbawa arus pergerakan pasar dalam mengambil keputusan jual maupun beli saham, melainkan mendasarkan keputusan investasi pada kondisi fundamental perusahaan dan pasar.
Ia mengatakan, penurunan IHSG dapat menjadi momentum bagi investor untuk melihat lebih dalam kondisi fundamental pasar maupun perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa.
Menurutnya, pemahaman terhadap fundamental perusahaan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor untuk menentukan strategi investasi, terutama ketika pasar saham mengalami tekanan.
Selain itu, ia mengingatkan investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
βSekali lagi buat investor, ya, bertindak secara rasional, jangan ikut-ikutan, jangan jual atau beli karena pergerakan jual atau beli benar-benar karena fundamental dari market, fundamental dari perusahaan,β kata Iding.
Dalam kesempatan ini, Iding menekankan pentingnya orientasi investasi jangka panjang agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih terukur dengan mempertimbangkan kondisi dan prospek perusahaan.
Dengan demikian, investor diharapkan tidak hanya berfokus pada fluktuasi IHSG, namun juga melakukan penilaian terhadap fundamental.
Data penutupan perdagangan sesi I di BEI pada Jumat (16/10), IHSG ditutup melemah 630,78 poin atau 10,76 persen ke posisi 5.233,00, yang mana IHSG mengalami trading halt selama 30 menit pada pembukaan perdagangan karena melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92.
Anjloknya IHSG dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks saham global, yang membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.
MSCI akan menerima masukan dari pelaku pasar mengenai proposal terkait reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia tersebut sampai 30 April 2027, dan akan mengumumkan keputusannya sebelum tanggal 30 Juni 2027.
MSCI menyatakan bahwa kekhawatiran pelaku pasar telah meningkat signifikan mengenai kemampuan investasi di pasar modal Indonesia, termasuk mengenai ketidakjelasan yang terus berlanjut dalam struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.
Meskipun otoritas pasar modal Indonesia telah mengumumkan aksi reformasi, MSCI menilai perlunya implementasi yang konsisten dan bukti dampak material yang berkelanjutan dari aksi reformasi tersebut.