NADIKABAR.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka melemah pada perdagangan hari ini (2/11), meski saham-saham kepemilikan konsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) resmi dikeluarkan dari perhitungan.

Saham HSC adalah saham yang sebagian besar kepemilikannya dikuasai oleh segelintir pihak, sehingga porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di pasar relatif kecil.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan naik turunnya indeks saham merupakan mekanisme pasar yang sedang bekerja.

"Naik turun itu kan emang dinamika pasar. Mekanisme pasar sedang bekerja. Indeks hanya mengeluarkan itu," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (2/11).

Jeffrey menegaskan saham-saham HSC telah dikeluarkan dari perhitungan IHSG saat penutupan perdagangan Jumat (30/10).

"Di hari Jumat, setelah pasar tutup, seluruh saham HSC sudah dikeluarkan dari mesin perhitungan indeks. Mungkin hari ini ada beberapa data vendor yang masih belum menyesuaikan," terangnya.

Diketahui, jumlah saham HSC yang dikeluarkan sebanyak 81 saham. Kemudian, dengan memperhitungkan jumlah tersebut ditambah saham-saham yang masuk papan akselerasi, jumlah saham yang diperhitungkan dalam IHSG hingga saat ini tersisa 837 saham.

IHSG sempat dibuka melemah 42,71 poin atau minus 0,84 persen di level 5.014 pada perdagangan Senin (2/11).

Berdasarkan RTI Infokom pada pukul 11.52 WIB, IHSG menembus level terendah 4.981 sebelum ke level tertinggi 5.125.

Volume perdagangan tercatat mencapai 19,95 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,51 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 914.417 kali.

Sebanyak 356 saham menguat, 246 melemah, dan 114 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.972,79 triliun.