NADIKABAR.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menerapkan pengawasan baru pada November untuk memastikan perdagangan saham di pasar modal berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa dalam upaya memperkuat pelindungan investor, bursa akan mengurangi penggunaan tindakan konvensional, seperti Unusual Market Activity (UMA) atau immediate action lainnya.

Jeffrey mengungkapkan BEI kini mengandalkan teknologi pengawasan canggih yang setara dengan bursa-bursa global lain di dunia untuk mendeteksi indikasi awal manipulasi harga.