Ia menyampaikan keputusan ini mendesak diterapkan untuk melindungi investor domestik maupun global dari tindakan spekulatif yang dipicu kepanikan massal.
"Kami tahu itu bukan sesuatu yang umum dilakukan, tetapi tujuan kami supaya investor tidak mengambil keputusan di dalam ketidakpastian yang sangat tinggi, kebingungan, apalagi ketakutan," ujar Jeffrey.
Menurut Jeffrey, tekanan jual akibat sentimen MSCI sebenarnya masih ada. Namun, dengan adanya penahan penurunan harga tersebut, ketakutan yang berlebihan dari para pelaku pasar perlahan mulai berkurang.
"Pasar boleh saja turun, tetapi itu harus melalui mekanisme yang baik di pasar. Artinya memang berdasarkan pertimbangan, informasi yang simetris kepada seluruh investor, sehingga investor bisa mengambil keputusan investasi dengan baik," tuturnya.
Ke depan, pihak BEI akan terus meninjau efektivitas penerapan ARB 7 persen tersebut sembari melakukan komunikasi lanjutan dan meminta klarifikasi resmi dari MSCI pada sore ini.
Hari ini, BEI menurunkan batas Auto Rejection Bawah (ARB) saham dari 15 persen menjadi 7 persen.