Seorang pengendara bernama Muh Hajir mengaku kecewa dengan pembatasan pembelian ini. Dia mengatakan hendak mengisi full bensin sepeda motornya karena sudah antre berjam-jam.

"Rencana mau isi penuh, tapi katanya cuma bisa 50 ribu. Sekitar 2 jam antre," ucapnya.

Hajir berharap antrean panjang di SPBU bisa segera terurai. Menurut dia, kondisi ini mempersulit pekerjaannya yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online.

"Banyak habis waktu untuk antre BBM saja. Orderan terpaksa berkurang kalau begini kondisi," paparnya.

Pertamina menyebut stok BBM aman dan mencukupi. Hanya saja disebut sedang ada kepanikan dari masyarakat dalam membeli BBM alias panic buying.