"Kalau untuk stok sendiri di kami sampai saat ini dalam kondisi yang aman dan mencukupi," ujar Pjs Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo kepada NadiKabar, Kamis (10/9).

Menurut Okky, ada kecenderungan masyarakat terpengaruh informasi dari media sosial terkait kelangkaan BBM. Walhasil, masyarakat berbondong-bondong membeli BBM meski harus mengantre di SPBU karena khawatir tidak kebagian.

"Iya, yang kami lihat seperti itu (panic buying) karena banyak akun media sosial (menyebut) BBM langka. Masyarakat kan mungkin melihat di SPBU ini antre, nanti saya tidak kebagian, jadi mereka panik. Karena kalau masyarakat panik, berapa pun yang akan kami stok di SPBU juga akan tetap kurang," papar Okky.

"Kalau orang panik yang tadinya mungkin Rp 100 ribu cukup, kalau diisi Rp 200-300 ribu juga nggak cukup, karena semua orang panik nih. Takutnya nanti kehabisan, jadi semuanya pada ngisi," imbuhnya.