NADIKABAR.COM — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) buka suara mengenai masih banyaknya paket internet IM3 dan Tri yang belum memenuhi ketentuan perlindungan sisa kuota atau rollover. Operator seluler tersebut mengaku masih melakukan evaluasi dan memastikan akan mengikuti arahan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Sebelumnya, Komdigi mengungkap dari 94 paket internet yang dilaporkan Indosat, baru 23 paket yang menerapkan mekanisme rollover. Sementara 71 paket lainnya masih menggunakan bentuk perlindungan lain, termasuk notifikasi sebelum masa aktif berakhir.

SVP-Head of Partnership & Innovation Indosat Ooredoo Hutchison, Reno Rizki Yudha, menegaskan pihaknya berkomitmen mengikuti ketentuan pemerintah terkait perlindungan sisa kuota pelanggan.

"Kalau kita, yang pasti, kita akan mengikuti arahan dari Kementerian Komdigi. Jadi, arahannya seperti apa, pasti akan kita ikuti," ujar Reno saat ditemui dalam peluncuran Pesta Hadiah IMPoin 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Reno mengatakan Indosat siap melakukan penyesuaian lebih lanjut jika regulator meminta seluruh paket memenuhi ketentuan perlindungan sisa kuota.

"Kalau sekarang memang ada sebagian yang baru comply, kalau nanti memang dibutuhkan semuanya, kita pasti akan ikut," tegasnya.

Menurut Reno, penyesuaian membutuhkan evaluasi menyeluruh karena Indosat memiliki banyak pilihan paket dari dua merek, yakni IM3 dan Tri.

"Kita masih melakukan assessment. Terus terang, lini produk kita banyak untuk dua brand, tidak hanya IM3, tetapi Indosat juga punya Tri. Jadi, pasti kita akan melakukan assessment secara menyeluruh," jelasnya.

Meski demikian, Reno belum memastikan kapan evaluasi tersebut selesai maupun target penerapan mekanisme perlindungan sisa kuota secara lebih luas.

Indosat juga membuka peluang menggunakan mekanisme alternatif selain notifikasi untuk memenuhi ketentuan regulator.

"Kita pasti akan mengeksplorasi cara-cara lain yang bisa kita lakukan. Selama itu memang sesuai dengan regulasinya, pasti akan kita lakukan," katanya.

Reno menambahkan, Indosat sebenarnya sudah menyediakan fasilitas rollover melalui Paket Istimewa. Dengan mekanisme tersebut, sisa kuota yang belum digunakan bisa dibawa ke periode berikutnya.

"Jadi, pelanggan tidak perlu takut ketika membeli kuota itu. Walaupun kuotanya tidak habis, sisanya bisa dibawa ke periode berikutnya. Dan itu transparan," ungkapnya.

Sebagai informasi, Komdigi sebelumnya telah menerima laporan pertama dari Telkomsel, Indosat, dan XLSmart terkait implementasi perlindungan sisa kuota internet. Laporan tersebut disampaikan paling lambat 28 September 2026 dan wajib diperbarui setiap bulan.

Dalam evaluasi yang disampaikan pada 3 Oktober 2026, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, menilai mekanisme notifikasi saja belum cukup memenuhi amanah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Khusus Indosat, sebanyak 71 dari 94 paket yang dilaporkan dinilai belum memberikan perlindungan sesuai putusan MK. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah pemberitahuan kepada pelanggan pada H-7 dan H-2 sebelum paket berakhir.

"Notifikasi bukan solusi terhadap sisa kuota yang belum terpakai. Notifikasi hanya mengingatkan pelanggan bahwa kuotanya akan berakhir," kata Denny.

Komdigi menekankan bahwa perlindungan sisa kuota harus memberikan manfaat ekonomi nyata kepada pelanggan, bukan sekadar peringatan menjelang berakhirnya masa aktif paket.

Pemerintah pun akan terus memantau dan mengevaluasi implementasi perlindungan sisa kuota pada masing-masing operator seluler.