Startup tersebut kemudian diakuisisi oleh Netflix sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dalam produksi konten.
InterPositive berfokus pada penggunaan AI untuk membantu pekerjaan pascaproduksi dan pengolahan gambar dalam film.
Teknologi semacam ini berpotensi membantu sineas melakukan penyesuaian visual, mengatasi kendala teknis pengambilan gambar, dan menyederhanakan sejumlah proses produksi yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang.
Namun, Affleck menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai alat bantu bagi para pembuat film, bukan sebagai pengganti kreativitas manusia.
Akuisisi InterPositive oleh Netflix juga sempat menjadi sorotan karena nilai transaksinya dilaporkan mencapai USD 587 juta atau sekitar Rp 9,7 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.500 per dolar AS.
Meski demikian, Affleck menyatakan angka yang beredar tersebut tidak akurat. Nilai resmi transaksi belum dipublikasikan secara terbuka.