NADIKABAR.COM — Aktor Hollywood Ben Affleck mendadak menjadi perbincangan di internet. Bukan karena film terbaru atau kehidupan pribadinya, melainkan karena pengetahuannya yang mengejutkan tentang kecerdasan buatan (AI).
Pemeran Batman dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice itu membuat banyak orang terkesan setelah cuplikan wawancaranya beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Affleck berbicara panjang lebar mengenai teknologi AI dengan pemahaman yang jauh lebih mendalam daripada yang mungkin dibayangkan publik.
Ia tidak hanya membahas penggunaan ChatGPT atau AI untuk membuat gambar. Affleck juga menjelaskan konsep teknis seperti neural network, transformer, GPU, hingga cara model AI memproses informasi.
Mengutip TechCrunch, Jumat (9/10/2026), kemampuan Affleck menjelaskan teknologi rumit dengan bahasa yang mudah dipahami membuatnya mendapat perhatian dari komunitas teknologi.
Dalam wawancara bersama GQ melalui program One More Question, Affleck memperlihatkan ketertarikannya terhadap perkembangan AI, khususnya dalam industri perfilman.
Ia menjelaskan bagaimana model AI bekerja dan mengapa teknologi tersebut memiliki peluang besar untuk mengubah proses produksi film.
Affleck juga membahas peran GPU atau unit pemrosesan grafis yang menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan AI modern.
Penjelasannya mencakup teknologi transformer, arsitektur yang digunakan dalam banyak model AI generatif, serta bagaimana jaringan saraf buatan mempelajari pola dari data.
Hal yang membuat pembahasan tersebut menarik adalah cara Affleck menghubungkan konsep teknis dengan kebutuhan nyata para pembuat film.
Alih-alih hanya membicarakan AI sebagai teknologi yang sedang populer, ia melihatnya sebagai alat yang dapat membantu sineas menyelesaikan pekerjaan produksi.
Cuplikan wawancara tersebut kemudian beredar di berbagai platform media sosial dan memicu perhatian terhadap sisi lain Affleck yang selama ini jarang menjadi sorotan.
Pengetahuan Affleck tentang AI ternyata bukan sekadar hobi. Aktor sekaligus sutradara berusia 54 tahun itu merupakan pendiri InterPositive, perusahaan teknologi yang mengembangkan perangkat AI untuk industri perfilman.
Startup tersebut kemudian diakuisisi oleh Netflix sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dalam produksi konten.
InterPositive berfokus pada penggunaan AI untuk membantu pekerjaan pascaproduksi dan pengolahan gambar dalam film.
Teknologi semacam ini berpotensi membantu sineas melakukan penyesuaian visual, mengatasi kendala teknis pengambilan gambar, dan menyederhanakan sejumlah proses produksi yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang.
Namun, Affleck menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai alat bantu bagi para pembuat film, bukan sebagai pengganti kreativitas manusia.
Akuisisi InterPositive oleh Netflix juga sempat menjadi sorotan karena nilai transaksinya dilaporkan mencapai USD 587 juta atau sekitar Rp 9,7 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.500 per dolar AS.
Meski demikian, Affleck menyatakan angka yang beredar tersebut tidak akurat. Nilai resmi transaksi belum dipublikasikan secara terbuka.