DOE menyebut penggunaan pengereman regeneratif dapat mengurangi keausan sistem rem. Artinya, kampas rem pada mobil listrik berpotensi memiliki usia pakai lebih panjang dibandingkan kendaraan konvensional, meski kondisi sebenarnya tetap bergantung pada model mobil dan cara berkendara.
4. Bukan berarti semua komponen lebih murah
Di sinilah pemilik mobil listrik perlu memahami perbedaannya.
Walaupun servis rutinnya cenderung lebih sederhana, beberapa komponen mobil listrik bisa memiliki biaya penggantian yang cukup besar apabila mengalami kerusakan.
Baterai traksi menjadi salah satu komponen paling penting. Komponen ini menyimpan energi untuk menggerakkan mobil dan harganya dapat menjadi signifikan apabila harus diganti di luar masa garansi.
Namun, baterai mobil listrik dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang. DOE menyebut sejumlah produsen menawarkan garansi baterai hingga delapan tahun atau 100.000 mil, meski ketentuan sebenarnya berbeda-beda pada setiap merek dan model.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat harga mobil, tetapi juga memeriksa ketentuan garansi baterai dan komponen kelistrikan yang diberikan produsen.
Mobil listrik bukan berarti kendaraan yang tidak perlu diservis.
Pemilik tetap perlu melakukan pemeriksaan terhadap ban, sistem suspensi, rem, wiper, pendingin kabin, serta berbagai komponen lain.
Baterai dan sistem kelistrikan tegangan tinggi juga perlu diperiksa sesuai jadwal yang ditentukan produsen. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan kendaraan tetap bekerja secara aman dan optimal.
Jadwal servis setiap mobil juga dapat berbeda. Karena itu, panduan pemilik kendaraan tetap menjadi acuan utama.
6. Ban tetap menjadi biaya yang perlu diperhatikan
Salah satu kesalahpahaman mengenai mobil listrik adalah anggapan bahwa karena tidak memiliki mesin, biaya perawatannya akan jauh lebih murah dalam semua aspek.
Padahal, ban tetap mengalami keausan seperti pada mobil konvensional.