NADIKABAR.COM — Peru pernah diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,9 magnitudo pada 1970. Gempa ini pernah membuat satu kota tertimbun.

Dilansir BBC, gempa bumi bermagnitudo 7,9 ini dipicu oleh pergeseran di titik pertemuan Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan, dengan pusat gempa berada di Samudra Pasifik sejauh 35 km dari lepas pantai Casma dan Chimbote.

Guncangan gempa menyebabkan runtuhnya dinding es dari gunung tertinggi di Peru, Gunung Huascarán. Es yang mencair bercampur tanah dan batuan membentuk gelombang lumpur setinggi hingga 20 meter serta tumpukan puing setinggi 15 meter.

Rumah-rumah warga yang terbuat dari bahan batako, runtuh karena tidak mampu menahan daya guncangan gempa. Satu kota pun tertimbun es dan lumpur.

Kejadiannya pun terjadi pada 31 Mei 1970. Gempa bumi melanda pada Minggu siang dan berlangsung guncangannya selama 45 detik. Patahan es dari Gunung Huascarán runtuh dan meluncur cepat dengan kecepatan rata-rata 160 km/jam.

Gelombang longsor es dan mudslide menyapu serta mengubur Kota Yungay. Bencana ini hanya menyisakan empat pohon kelapa dan patung Kristus di pemakaman kota. Longsor ini juga menyeret batu seberat 700 ton dan kendaraan di kawasan Ranrahirca. Area paling parah dilanda gempa dan longsor adalah Ancash dan La Libertad, namun getaran gempa terasa hingga ke Brasil.

Dari bencana ini, diperkirakan sekitar 70.000 orang tewas secara keseluruhan. Secara rincian tercatat 50.000 korban tewas terkonfirmasi dan 20.000 orang hilang yang dianggap tewas.

Dampak gempa ini sungguh luar biasa. Dilaporkan bahwa di wilayah Ranrahirca saja, 20.000 orang tewas dan hanya menyisakan 400 korban selamat.