Sementara kerja sama yang dijalin dengan perusahaan asal Inggris, PDQ Aerospares, mencakup penguatan perdagangan trading material pesawat. Kerja sama ini membuka peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan material sekaligus memperluas layanan dan jaringan bisnis aftermarket GMFI.
"Kami melihat Asia Pasifik sebagai pasar yang terus berkembang dan ingin memastikan GMF tumbuh bersama kebutuhan tersebut. Dengan pengalaman lebih dari 75 tahun di industri MRO dan rekam jejak melayani pelanggan di kawasan Asia Pasifik, kami memiliki fondasi yang kuat untuk terus mengembangkan kapabilitas dan memperluas kemitraan," jelas Andi.
GMFI juga mengukuhkan sejumlah proyek perawatan pesawat bersama pelanggan di kawasan Asia Pasifik, di antaranya:1. Thai VietJet untuk proyek perawatan Airbus A3202. Cebu Pacific untuk proyek perawatan 43 pesawat Airbus A320 dan A330 periode 2027-2028, serta proyek perawatan pesawat ATR3. AirZeta untuk proyek perawatan Boeing B747-400 pada 2027-20304. Air Navigator untuk proyek perawatan pesawat ATR untuk periode 2026-20275. Japan Airlines untuk penyediaan layanan Line Maintenance dan Ground Handling di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.