Dengan kebutuhan bensin non-PSO sekitar 6,65 juta kiloliter pada 2026, penerapan campuran 5% membutuhkan sekitar 333.000 kiloliter bioetanol murni. Kebutuhan itu meningkat menjadi sekitar 681.000 kiloliter jika campuran 10% diterapkan pada 2027.

"Nah, saat ini kita prediksikan jadi dari roadmap, penambahan kapasitas produksi sangat diperlukan. Jadi tahun depan kita berharap adanya tambahan 15 pabrik untuk bisa memproduksi 333.000 kiloliter Bioetanol. Nah, ini mudah-mudahan bisa tambah lagi di 2028 ada tambahan kita perlu 20 pabrik kalau akan dimandatorikan secara nasional tadi. Dan 11 pabrik di 2029, lalu tambah lagi 11 pabrik di 2030," katanya.