Bersamaan dengan itu, kendaraan dinas pemerintah yang sudah tua rencananya juga akan secara bertahap diganti dengan kendaraan listrik, berbahan bakar gas, atau hibrida. Meskipun arah kebijakan yang satu ini diperkirakan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diimplementasikan.

Berdasarkan data yang dikutip Al Jazeera menunjukkan, rata-rata produksi bensin harian Iran selama lima bulan pertama tahun kalender Iran, yang berakhir pada 22 Agustus 2026, mencapai 122 juta liter. Pada periode yang sama, konsumsi bensin mencapai 132 juta liter per hari.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar 10 juta liter antara produksi dan konsumsi harian. Masalahnya kesenjangan antara tingkat produksi dengan konsumsi ini terus berlanjut pada paruh pertama bulan keenam tahun kalender Iran, dengan defisit produksi terhadap konsumsi berada di kisaran yang sama, yakni sekitar 10 juta liter per hari.

Alhasil pada awal September 2026, pemerintah Iran menaikkan harga BBM untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari satu tahun. Berdasarkan kebijakan tersebut, masyarakat harus membayar dua kali lipat untuk penggunaan bensin di atas 110 liter per bulan.

Lebih lanjut, berdasarkan kebijakan yang sama pemerintah Iran juga menetapkan agar kendaraan impor dan sejumlah kategori kendaraan lainnya ikut dibatasi pada tingkat harga BBM yang paling mahal.