Ketika nilai indeks bergeser ke kategori sedang hingga tidak sehat, potensi risiko kesehatan mulai meningkat. Paparan polusi udara jangka pendek dapat menimbulkan gejala akut seperti iritasi mata, batuk, dan sesak napas.
Sementara itu, paparan jangka panjang berisiko memicu penyakit serius seperti penyakit paru obstruktif kronis, serangan jantung, hingga stroke. Pentingnya menjaga indeks kualitas udara tetap sehat juga ditegaskan dalam berbagai penelitian ilmiah internasional.
Studi klasik oleh Pope dan Dockery yang dipublikasikan dalam Journal of the Air & Waste Management Association serta riset empiris Seaton dan kolega dalam jurnal medis The Lancet secara konsisten menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi partikel halus di udara berkorelasi langsung dengan penurunan angka kematian dan gangguan respiratorik pada populasi urban.