Sepanjang 2025, implementasi bidang ini meliputi peningkatan 683 unit sarana prasarana sosial dan keagamaan, bantuan tanggap darurat bencana di 65 titik, penyediaan akses air bersih di 78 titik, penyaluran 63.568 paket sembako, layanan kesehatan bagi 24.141 orang, peningkatan 54 unit sarana kesehatan, serta perbaikan 49 rumah tidak layak huni.
Grup MIND ID tidak hanya berfokus pada dukungan ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas manusia dan peningkatan kualitas hidup. Melalui pendekatan yang saling melengkapi, program-program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi kemandirian masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dany menjelaskan, program pemberdayaan yang dijalankan anggota Grup MIND ID disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, potensi daerah, serta kearifan lokal, termasuk adat dan budaya setempat. Pendekatan tersebut penting agar program yang dijalankan relevan dengan kondisi masyarakat dan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Dengan mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat kapasitas masyarakat, program mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri dalam jangka panjang.
"Bagi MIND ID, pengelolaan dan pengolahan mineral bukan sekadar menciptakan nilai ekonomi, melainkan juga menghadirkan manfaat yang inklusif melalui keterlibatan masyarakat di daerah. Kami ingin kekayaan alam Indonesia turut menjadi penggerak kemajuan ekonomi dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan berkeadilan di seluruh pelosok negeri," pungkas Dany.