"Ada mitra, dia dipotong Rp 1.500, ada yang dipotong Rp 2.000, bayangkan! yang terjadi adalah karena dipotong, dia makan menunya itu dikurangi kualitasnya. Ini tidak boleh lagi terjadi," jelas Sudaryono.
Untuk mencegah kondisi tersebut terus terjadi, Sudaryono menegaskan BGN tidak segan-segan memutus kerja sama dengan yayasan yang hanya meminta setoran tanpa memiliki andil dalam penyelenggaraan program MBG.
"Pokoknya orang-orang yang tidak ada andil, tidak membina, tidak ikut repot, tidak modal, tidak membina, tidak ikut sibuk, tidak mengawasi, tidak ada andil apapun hanya minta kejar setoran, itu semua akan kita cut off namanya, akan kita amputasi semua," tegasnya.
Sebagai bagian dari pembenahan tersebut, BGN telah menyiapkan mekanisme baru dalam hubungan kerja sama dengan mitra. salah satunya melalui pembaruan PKS antara BGN dengan mitra dan dapur SPPG, sehingga potongan yang tidak penting dan yayasan yang merugikan dapat dihilangkan.