Dengan sistem integrasi ini, BGN dapat memonitor berbagai tahapan operasional secara ketat mulai dari SOP persiapan bahan baku, pengolahan makanan, hingga proses pencucian perlengkapan makan seperti ompreng. Pengawasan terpusat ini juga diharapkan dapat mengantisipasi kelalaian atau ketidakpatuhan tenaga kerja di lapangan.

Sudaryono menegaskan bahwa kebijakan konektivitas CCTV dengan kantor pusat BGN ini tidak akan membebani anggaran negara. Sebab dalam pihaknya tidak akan melakukan pengadaan alat baru berupa CCTV untuk setiap dapur MBG yang bisa mencapai miliar rupiah.

Sebab menurutnya selain menghabiskan banyak anggaran pemerintah, pengadaan alat untuk dapur rawan disalahgunakan oknum hingga berujung pada kasus korupsi seperti yang sudah-sudah.