"Kalau yang lalu itu kan ada anggaran yang bombastis kemudian jadi temuan dan lain sebagainya. Tapi di sini kami berusaha untuk sebisa mungkin itu kita tidak membeli atau melakukan pengadaan untuk misalnya beli CCTV 90.000, nggak ada. Jadi kami berusaha bagaimana mengkoneksi saja," jelas Sudaryono.

Ia mengingatkan bahwa fasilitas pengawasan berupa CCTV sudah dimiliki setiap dapur MBG. Pihaknya hanya ingin menghubungkan semua CCTV ini agar bisa diawasi oleh pemerintah pusat, terutama BGN.

"Jadi CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu kemudian bagaimana kita koneksikan saja. Jadi insyaAllah sih tidak akan ada pengadaan yang bombastis kayak yang lalu-lalu sampai ratusan miliar dan lain sebagainya, nggak akan ada," tegasnya.