NADIKABAR.COM — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memperkirakan penghapusan skema insentif Rp6 juta per hari bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menghemat anggaran negara hampir Rp3 triliun hingga akhir Desember 2026.
Insentif tersebut kini disesuaikan menjadi Rp2.000 per porsi makanan yang dilayani.
Sudaryono mengatakan penghematan itu dihitung sejak perubahan skema mulai berlaku pada 5 Oktober 2026. Sebelumnya, setiap dapur SPPG menerima insentif Rp6 juta per hari tanpa mempertimbangkan jumlah porsi yang dilayani.
"Saya sudah hitung dari mulai tanggal 5 Oktober kemarin kita berlakukan dari Rp6 juta flat seluruh dapur menjadi Rp2.000 (per porsi), saya telah menyelamatkan, mengurangi, dan menghemat anggaran negara kurang lebih Rp3 triliun sampai dengan akhir Desember," kata Sudaryono dalam acara Forum Pemimpin Redaksi di Jakarta Pusat, Jumat (16/10) lalu.
Ia menjelaskan skema insentif Rp6 juta per hari sebelumnya mengacu pada perhitungan ideal 3.000 porsi dikalikan Rp2.000. Namun, nilai yang sama tetap diberikan kepada dapur yang hanya melayani 1.000, 1.500, 2.000, hingga 2.500 porsi per hari.
"Kenapa (skema awalnya insentif) Rp6 juta? Idealnya itu dalam grand design-nya itu adalah 3.000 porsi dikali Rp2.000 jadi Rp6 juta. Ini enggak, orang layani 1.000, 2.000, 1.500, 2.500 dibayar semua Rp6 juta," jelasnya.