NADIKABAR.COM — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono menyebut pihaknya menambah 35 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau guna memperluas penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Peresmian 35 SPPG di Kepri hari ini diprioritaskan bagi daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta daerah tinggi stunting," kata Trenggono usai meresmikan sekaligus meninjau dapur SPPG di Jalan Yos Sudarso Kota Tanjungpinang, Rabu.
Peresmian SPPG di kawasan pusat ibu kota Provinsi Kepri tersebut dilaksanakan secara serentak dengan 980 SPPG dari 16 provinsi di Indonesia.
Trenggono menyampaikan 35 SPPG yang baru diresmikan di Kepri tersebar di Kabupaten Karimun empat SPPG, lalu Kabupaten Karimun Natuna sembilan SPPG, Kabupaten Lingga satu SPPG, Kabupaten Anambas sembilan SPPG, kemudian Kota Tanjungpinang dua SPPG, dan Kota Batam 10 SPPG.
Dia menjelaskan peresmian dapur MBG itu masih bersifat siap operasional, artinya SPPG tidak langsung beroperasi menyalurkan MBG kepada penerima manfaat.
Menurut dia 35 SPPG tersebut tetap harus melalui beberapa tahapan persyaratan operasional, mulai dari kesiapan peralatan, sumber daya manusia (SDM), termasuk melengkapi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai ketentuan BGN.
"Kalau semua syarat terpenuhi, kita akan uji coba penyaluran MBG untuk 100-200 porsi dulu. Setelah berjalan sesuai SOP, baru kita menyasar seluruh penerima manfaat," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala BGN turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah serta masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di Kepri.
Dia menyebut MBG merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, termasuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
"Program ini sangat baik apabila dikelola, lalu direncanakan dan diselenggarakan sesuai ketentuan BGN. Kita ingin menciptakan MBG berkualitas dan tepat sasaran," ungkap Trenggono.
Ia turut menyoroti masih banyak wilayah 3T di Kepri yang membutuhkan penambahan SPPG, contohnya di Lingga yang juga termasuk daerah dengan prevalensi tinggi stunting.
Trenggono telah menginstruksikan Kepala Regional MBG Kepri untuk menghimpun data dapur SPPG yang siap dioperasikan, terlebih di wilayah 3T.
"Daerah kepulauan tentu lebih membutuhkan MBG, jika dibandingkan dengan kota-kota besar. Karena itu, SPPG di kawasan 3T dan daerah stunting jadi prioritas kita," katanya menegaskan.
Sementara, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura berterima kasih kepada BGN atas penambahan 35 dapur SPPG di wilayah tersebut.
Ia menyebut keberadaan SPPG di kawasan 3T sangat dibutuhkan untuk menekan kasus anak stunting di Kepri, melalui pembagian makanan bergizi gratis.
Sampai saat ini, katanya, realisasi penerima manfaat MBG di Kepri telah mencapai 87 persen atau 594 ribu orang, yang tersebar di 230 SPPG di tujuh kabupaten/kota setempat.
"Kami siap bersinergi mendukung program MBG di Kepri, termasuk mengawal pengoperasian SPPG agar sesuai ketentuan BGN," demikian Wagub Kepri.