Selain persoalan rekening ganda, Sudaryono menyoroti praktik yayasan yang disebutnya hanya menjadi perantara atau calo dalam pengelolaan dapur MBG.
Ia memastikan BGN akan menertibkan yayasan yang dinilai tidak memiliki peran nyata dalam operasional program tersebut.
Menurut Sudaryono, idealnya yayasan dimiliki dan dikelola oleh investor atau mitra yang membangun serta menjalankan dapur SPPG.
Namun, Sudaryono mengklaim menemukan yayasan yang hanya mengisi titik lokasi layanan tanpa memiliki modal untuk membangun maupun mengoperasikan dapur.
"Idealnya yayasan itu dikepalai, dimiliki oleh si investor atau mitra ini. Yang terjadi adalah banyak oknum di BGN Pusat yang lampau, itu kemudian dia bikin banyak yayasan, ngisi titik-titik, tapi tidak punya uang," ujar Sudaryono.