"Dengan skala program yang semakin besar, ketepatan data menjadi bagian penting dari tata kelola. Kita ingin memastikan makanan yang disiapkan sesuai dengan penerima manfaat yang benar-benar ada di lapangan," ucap Tysa.

Transformasi MBG 2.0 juga menyentuh pola penyajian makanan. BGN telah melakukan piloting atau percontohan MBG prasmanan di 66 SPPG yang tersebar di 10 provinsi sebagai salah satu inovasi dalam penyelenggaraan MBG.

Konsep tersebut diarahkan agar peserta didik mendapatkan pengalaman makan yang lebih baik sekaligus mendorong pembiasaan perilaku positif, termasuk kemandirian, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Saat ini, Program MBG telah berjalan dalam skala besar dengan total penerima manfaat mencapai 57.491.334 jiwa, melibatkan 1.027.998 tenaga kerja, serta didukung oleh 26.385 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.