NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen lebih dari 2.000 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi sebagai bagian dari pembenahan tata kelola dan pengawasan pelaksanaan program tersebut.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan penutupan dilakukan terhadap dapur yang tidak memenuhi persyaratan kelayakan, termasuk yang tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Yang tidak punya SLHS kami tutup. Bahkan, kami sudah menutup lebih dari 2.000 dapur secara permanen karena terkait urusan higiene dan sanitasi ini," kata Sudaryono di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pembenahan diperlukan karena pengawasan sebelumnya dinilai belum memadai, sementara ribuan dapur beroperasi dengan standar bangunan, sumber daya manusia, pengadaan bahan pangan, dan pelayanan yang tidak seragam.