NADIKABAR.COM β€” Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba mengintegrasikan kamera pengawas atau CCTV dari sekitar 70 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke pusat untuk memperkuat pengawasan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, seluruh dapur SPPG telah memiliki CCTV, tetapi selama ini penggunaannya masih terbatas untuk pemantauan internal masing-masing dapur.

β€œAda sekitar 70-an dapur yang kita piloting untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence (AI) sehingga kita bisa memonitor standar operasional prosedur (SOP),” ujarnya usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, integrasi tersebut ditujukan untuk memantau kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), mulai dari persiapan bahan makanan, proses pengolahan, hingga pencucian ompreng atau wadah makanan.

Pemantauan juga mencakup praktik kebersihan petugas dalam mengolah bahan makanan.

Menurut dia, pemanfaatan CCTV yang terintegrasi dengan AI diharapkan membantu BGN mengidentifikasi ketidakpatuhan terhadap SOP sehingga pembenahan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

Sudaryono mengatakan, pengawasan tersebut tidak hanya menyasar relawan atau petugas pengolah makanan, tetapi juga kepala dapur dan mitra yayasan yang terlibat dalam pengelolaan SPPG.

β€œDengan adanya CCTV, kemudian kita bisa benahi semua, ketaatan dari SOP, dari mulai relawannya, kepala dapurnya, kemudian mitra yayasannya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan integrasi CCTV tersebut, Sudaryono memastikan BGN akan berupaya memanfaatkan perangkat yang sudah tersedia di setiap dapur untuk menekan kebutuhan pengadaan baru.

Dia mengatakan, pihaknya mengupayakan agar pengawasan terpusat dapat dilakukan dengan menghubungkan CCTV yang telah terpasang, bukan membeli perangkat baru dalam dengan nilai sangat besar.

β€œKami berusaha bagaimana mengkoneksikan saja CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu. Insyaallah tidak akan ada pengadaan yang bombastis,” tuturnya.