Langkah pemberian insentif dan intervensi tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap pergerakan pasar keuangan domestik, terutama dalam menarik likuiditas di tengah ketidakpastian suku bunga global.

"Dan hingga saat ini sudah bisa mendatangkan aliran dana masuk, baik dalam bentuk efek swap ataupun dalam bentuk DNDF senilai sekitar 8 miliar sampai 9 miliar dolar AS," paparnya.

Selain fokus pada nilai tukar rupiah, Bank Indonesia juga menyoroti pentingnya pengendalian inflasi yang menjadi cerminan pergerakan roda perekonomian nasional saat ini.

Destry melaporkan bahwa tingkat inflasi inti pada bulan September masih cukup terkendali dan berada di level 2,8 persen.