"Intervensi yang mahal itu adalah melalui spot. Melalui spot sekarang jumlahnya sudah tinggal sekitar 30% dari total intervensi yang kami lakukan," ujar Destry dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, Senin (28/9/2026)

"Intervensi itu ada di DNDF, NDF dan spot. Jadi kalau dulu dominannya spot, karena kita langsung jual dolar dan itu langsung menggerus cadangan devisa kita. Tapi dengan kita mulai mengembangkan pertama di NDF dulu, kemudian NDA nah ini ternyata bisa lebih efektif gitu," sambungnya.

Meski telah dilakukan intervensi, Destry mengatakan bahwa tekanan terhadap Rupiah masih ada. Hal ini terjadi karena terdapat persoalan fundamental dan struktural di sektor eksternal. Ia mengatakan persoalan ini tengah dibicarakan di KSSK.