"Karena kami bilang, kami nggak bisa, maksudnya gini, dengan intervensi sebesar-besarnya, tapi kalau sektor eksternal kita juga masih lemah, tentu itu akan berat. Sehingga kami juga berbicara bagaimana program-program meningkatkan ekspor, program-program untuk mendapatkan investasi termasuk investasi yang real investment ataupun portfolio investment," ujarnya.

Destry menambahkan bahwa pihaknya sudah memberikan insentif biaya lindung nilai atau hedging cost. Meski begitu, insentif ini hanya sementara. Ia mengatakan perlu ada kebijakan lebih jauh yang bisa membuat rupiah tejaga.

"Tapi memang termasuk daerah investment kita juga memberikan hedging cost. Tapi memang ini kebijakan yang temporary, kita akan dapat tender pak. Ini Akan melihat seberapa besar ini masih diperlukan dan dampaknya juga keseluruhan," katanya.