Melalui proses penilaian, sebanyak 10 karya terpilih dari total 25 karya yang masuk dalam tahap penilaian akhir. Berbagai penelitian tersebut mengangkat gagasan untuk mendukung pembangunan dan pengembangan ekonomi NTT.

Adidoyo mengatakan hasil riset menekankan pentingnya menghubungkan potensi unggulan NTT dengan pengolahan, logistik, pembiayaan, dan akses pasar untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Adapun penguatan tata kelola, pemanfaatan hasil produksi, dan ketahanan terhadap perubahan iklim juga menjadi perhatian.

Selain melalui KARSA NUSA, BI NTT bersama Universitas Nusa Cendana juga telah melakukan penelitian mengenai kawasan Regional Trade Zone (RTZ) di NTT untuk mengembangkan potensi perdagangan lintas batas.

Dalam penelitian tersebut, Kabupaten Belu dan Kota Atambua diidentifikasi sebagai wilayah prioritas pengembangan kawasan perdagangan bebas, dengan Kupang dan Malaka berperan sebagai penyangga bahan baku dan pasokan logistik.