βModel pengembangan yang direkomendasikan memadukan pusat logistik dan perdagangan lintas batas dengan agroindustri pangan secara bertahap melalui penguatan tata kelola, kelembagaan, dan infrastruktur,β jelas Adidoyo.
Keterlibatan petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta tenaga kerja lokal dinilai penting agar peluang pasar Timor-Leste dan Australia dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat NTT.
Lebih lanjut, dia mengatakan pengembangan ekonomi NTT juga membutuhkan penguatan investasi dan pembiayaan produktif, peningkatan produktivitas dan nilai tambah, serta ketahanan energi.
Selain itu, pemanfaatan modal sosial dan kekuatan budaya lokal turut diperlukan agar transformasi ekonomi sesuai dengan karakteristik dan kesiapan masyarakat.
Ia menegaskan, BI NTT terus mendukung penguatan kajian ekonomi daerah, forum koordinasi, dan program pembangunan ekonomi sesuai dengan tugas dan kewenangan Bank Indonesia.