"Kami memandang NIM dengan pertumbuhan kredit, NIM ini akan terjaga di kisaran yang tidak jauh berbeda dari kuartal ketiga. Dan NPL juga stabil. Hari ini NPL itu ada di kisaran 1,8%," pungkasnya.
Sebagai informasi, BCA membukukan pertumbuhan kredit 12,6% menjadi Rp 1.063 triliun yoy hingga akhir September 2026. Kredit tersebut disalurkan secara prudent ke korporasi, komersial, hingga UKM. Pertumbuhan penyaluran kredit ditopang oleh likuiditas yang tercermin dari kenaikan giro dan tabungan (Current Account Savings Account/CASA) hingga 10,4% menjadi Rp 1.103 triliun hingga kuartal III-2026. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) perseroan tercatat naik 8% yoy menjadi sebesar Rp 1.301 triliun.
Sementara itu, kredit berkelanjutan BCA meningkat 16,3% yoy menjadi Rp 280,3 triliun atau setara dengan 26,4% dari total portofolio kredit BCA. Alhasil laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 4,2% yoy menjadi Rp 45,2 triliun hingga kuartal III-2026.