Di dalam negeri, BI juga mencermati perkembangan inflasi. Destry menyebut inflasi inti pada September masih terkendali di level 2,8 persen, sedangkan inflasi pangan bergejolak (volatile food) mencapai 5 persen.

Untuk mengendalikan inflasi pangan, bank sentral akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian agar inflasi tersebut kembali berada dalam sasaran BI, yakni 2,5 persen plus-minus 1 persen.

Destry menambahkan rupiah relatif stabil dalam dua hari terakhir, meskipun pasar global masih bergejolak. Ia mengatakan pergerakan tersebut juga sejalan dengan perlambatan yang terjadi di sejumlah negara pasar berkembang (emerging market).

Dengan berbagai langkah tersebut, BI menyatakan akan terus menjaga stabilitas rupiah, baik dari sisi nilai tukar maupun inflasi, sembari memantau perkembangan ekonomi global.